Kasih ibu, kepada beta, tak terhingga sepanjang masa...
Table of Contents
teman seharusnya adalah orang yang ada sewaktu kita sedih dan gembira, teman memperkuat hidup kita, teman juga yang membuat hidup kita lebih berarti.
kita pasti sangat suka berteman dengan teman yang baik hati dan suka berbagi.
tapi, mungkin hal tersebut membuat kita tak sadar bahwa kebaikan teman tersebut masih kalah dengan kebaikan ibu kita yang telah merawat kita sejak kita dalam kandungan.
mengapa hanya dengan kebaikan teman yang sangat sedikit tersebut membuat kita membantah, jauh, dan melupakan ibu kita?
it's oke lah, jika teman kita itu benar-benar teman yang baik, namun jika teman itu hanya baik kepada kamu? dan mempunyai sifat jelek kepada orang lain?
mungkin jika teman kamu mengajak kamu dan ibu kamu melarang (jika kamu tak tahu kebaikan ibu selama ini) kamu akan mengikuti temanmu...
hari itu, aku kabur dari rumah karena ibuku tak mau menuruti keinginanku. aku bergegas keluar rumah dan pergi tanpa arah dan tujuan, karena aku tak ingin ibu mampu meraihku dan menghadangku untuk pergi dari rumah.
disetiap langkah, aku berusaha untuk tidak mengingat kejengkelanku.
tak terasa sudah 4 jam aku kabur dari rumah, perutku keroncongan.
wah, bau sedap apa ini?
ternyata disampingku ada sebuah warung makan yang sedang ramai pembeli, aku melamun, karena aku sangat ingin makan.
tiba-tiba saja pembeli warung itu memanggilku dan memberikan makanan, aku sangat gembira dan melahap hidangan yang diberikan kepadaku.
aku berterima kasih sekali kepada ibu itu, aku ingin membalas apa yang dilakukannya kepadaku.
ibu itu bertanya kepadaku dan aku pun mengaku bahwa aku kabur dari rumah. lalu, ibu itu memberi tahu aku,
mengapa aku tak membalas kebaikan ibuku saja, yang telah merawatku semenjak aku di dalam kandungan?
walaupaun hari ibu masih jauh, tetap saja ku posting artikel ini untuk ibuku yang tercinta.
salam,
Post a Comment